semakin hari semakin sulit saja kehidupan ini
cobaan, tantangan pun kian semakin menantang
kadang hati ini merasa jenuh dengan semua ini
kadang hati ini galau
kadang juga hati ini sedih
kadang ku berfikir apa artinya semua ini
kemana arah tujuan hidup ku
ketika seseorang memberikan perhatian, kasih sayang, dan motivasi
ku sperti tersadar dAri lamunan dan kembali tersenyum....
tapi,..... akankah ia terus membantu ku sadar dari lamunan-lamunan selanjutnya
ku tak ingin kehilangannya....
ku ingin dia tau... sekrang, besok, atau lusa ku selalu membutuhkannya
Rabu, 25 Januari 2012
Kamis, 05 Januari 2012
Kenapa Malu Menjadi Seorang Guru Privat?
Menjadi seorang guru privat adalah pekerjaan inferior. Setidak inya itu pernah ku rasakan tat kala aku berjumpa teman-teman semasa kuliah dalam sebuah reuni. Bagaimana tidak, mereka saling menanyakan kabar, tinggal dimana, sudah menikah atau belum, dan terutama apa pekerjaanmu. Maka, saat teman-temanku sebagian besar menyebut diri mereka bekerja di bank, dengan mimic bangga tentunya, aku hanya termenung sendiri dipojok ruangan. Mengasihani profesikku yang hanya seorang guru privat.
Aku tidak bangga menjadi guru, terlebih guru privat, dengan gaji yang hanya belasan ribu rupiah per dua jam mengajar. Ini bukan Negeri sakura yang amat menjunjung tinggi profesi seorang guru. Aku ingin mencari pekerjaan lain yang lebih bergengsi, dan keinginan ini terus terus tertanam dalam diri, hingga suatu ketika akau bertemu seorang kawan baru yang bernasib sama seprofesi denganku.
Temanku itu seorang muslimah, lulusan dari perguruan tinggi cukup ternama di Jakarta dengan prestasi yang membuat bangga kedua orang tuanya. Lulus kuliah banyak tawaran pekerjaan dari perusahaan yang datang kepadanya. Akhirnya ia memilih bekerja pada sebuah perusahaan kimia di Jakarta, dibagian keuangan. Tentunya gaji yang ia terima lebih dari cukup untuk biaya hidupnnya di Jakarta.
“pada awalnya”. Kata dia. “segalanya tampak baik-baik saja”. Hingga suatu saat ia diminta atasannya untuk membuat laporan fiktif, yakni memark-up angka-angka dalam laporan keuangan! Ia kaget. Sejak kecil keluarganya menanamkan untuk selalu bertindak jujur, meski sepahit aapun konsekwensinya.selama sekolah hingga lulus kuliah ia tidak pernah menyontek, tidak pernah mencuri atau berbohong. Kini ia diminta berdusta dengan membuat laporan palsu. Kontan saja ia menolak dengan tegas. Namun atasannya terus memaksa dan akhirnya dengan terpaksa ia menurutinya, meski tetap dengan tegas menyatakan ia tidak mau bertanggung jawab bila terjadi apa-apa. Sayangnya, tugas “memalsu”ini tidak hanya sekali duakali saja dibebankan kepadanya. Tapi, seolah menjadi rutinitas, dan setiap kali membuat laporan keuangan palsu hatinya tak henti memberontak. “apa yang kulakukan sangatlah bertentangan dengan nuraniku.” Kenang temanku itu. “meski aku melakuaknnya dalam kondisi terpaksa karena ditekan, namun aku selalu merasa bersalah karena secara tidak langsung telah berkerjasama dalam perbuatan dosa dan tak kuasa melawannya. Apapun itu, kelak aku harus mempertanggungjawabkan semuanya di hadapan Allah.
Rasa bersalah itu semakin menggunung, seiring dengan tugas demi tugas penuh kebohongan yang terus mengalir dan menuntut tanggung jawabnya. Akhirnya temanku merasa tak tahan dan mengundurkan diri dari perusahaan tersebut. Ia tidak mau prinsip-prinsip kejujuran yang telah tertanam kuat dalam jiwanya kian luntur akibat ketidakberdayaannya dan ketakutannya akan kehilangan sebuah pekerjaan. Ia yakin setiap orang telah memiliki jath rezeki masing-masing, dan ia tidak mau mengambil jatah rezekinya dengan jalan yang tidak benar.
Akhirnya setelah beberapa kali pindah kerja, temanku ktu memilih menjadi seorang guru privat. “perasaanku menjadi lebih tentram dengan mengajar anak-anak, memberinya ilmu kepada mereka, serta membantu mereka memecahkan kesulitan-kesulitan dalam belajar, “begitulah paparnya kepadaku. Terlebih karena sangking padatnya jadwal mengajar, ia mengaku bahwa penghasilannya yang ia terima dari hasil les privat tesebut tidak jauh berbeda dengan gaji perusahaan terdahulu. “lebih dari itu semua adalah berkah yang ku dapat dari mengajar,”. Meski sebagian orang menganggapnya pekerjaan sampingan atau pekerjaan sementara sebelum benar-benar bekerja, namun menjadi guru privat adalah tugas mulia . “ Bukankah salah satu amalan yang tak terputus nilainya adalah ilmu yang bermanfaat, yang diberikan dengan penuh keikhlasan dan kasih sayang?”
Kini setelah pertemuan dengan kawan baruku itu, aku mulai berfikir. Kenapa aku harus malu dengan profesiku?
Selasa, 03 Januari 2012
Dari Mana Datang nya Cinta
Dari mana datang nya cinta?
Dari mata turun ke hati
Itu kata pepatah. Namun, pepatah itu ternyata buka isapan jempol semata. Cinta memang bermula dari mata, lalu turun ke hati. Artinya, cinta bermula dari melihat, lalu hati kita pun bergetar karena tertarik dengan melihatnya. Karena itulah, pepatah lain bilang bahwa cinta jatuh pada pandangan pertama.
Apa yang dipandang orang yang kemudian membuatnya jatuh cinta? Jawabnya tentu saja relative. Setiap orang punya selera yang berbeda. Cantik bagi sebagian orang, mungkin tidak bagi sebagian yang lain. Ganteng bagi sebagian orang, mungkin, mungkin tidak bagi sebagian lain. Menarik bagi sebagian orang, mungkin tidak bagi sebagian yang lain. Namun, criteria “menarik bagi orang secara personal” agak nya menjadi jawaban yang tepat untuk pertanyaan mengapa orang bias jatuh cinta pada lawan jenisnya.
Criteria umum yang membuat orang jatuh cinta secara fisik adalah wajah yang menarik. Itulah kenapa seorang perempuan yang berwajah cantik sering menjadi fitrah, alias banyak yang suka mengharapkan. Begitupun lelaki yang berwajah ganteng. Selain wajah yang menarik, bahasa tubuh juga menjadi sesuatu yang bias dipandang dari fisik dan membuat orang jatuh cinta. Keramahan, senyum, kesopanan, perhatian pada sesame, kerapian, ketaatan ibadahnya, dan sebagainya. Itu menjadi contoh beberapa hal yang membuat orang bias jatuh cinta. Apakah semua salah? Tidak. Tidak ada yang salah karena itu semua adalah akhlak Rasulullah saw. Yang selalu melekat pada dirinya. Karena ia merupakan akhlak, maka semua itu pun lahir spontan, tanpa pamrih apapun, kecuali pamrih kepada Allah SWT. Agar ia mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Lalu, salahkah jika semua karakter itu membuat orang menjadi jatuh cinta? Tidak juga. Itu menandakan bahwa orang yang jatuh cinta memiliki criteria yang mulia terhadap pilihan calon pasangannya kelak.
Namun ingat, jika tidak berhati-hati, bias-bisa ada yang salah dari karakter tersebut. Yaitu ketika karakter itu muncul dengan dibuat-buat, tidak spontan, atau ada pamrih untuk mendapatkan sesuatu dari orang lain.seseorang tiba-tiba menjadi sangat ramah dan suka menolong karena berpamrih mendapat simpati dari seseorang yang lain. Kasihan bukan? Kita menebar senyum kemana-mana dengan pamrih itu, lalu membuat orang yang mendapatkannya menjadi berbunga-bunga, GR, senang merasa ingin diperhatikan, dan segala rasa yang membuatnya merasa mendapat anugrah terindah, yang mungkin bias terbawa sampai ke mimpi.
Karenanya, bersikap alamilah dengan apa adanya kita. Orang sangat bias merasakan ketulusan karakter itu sebagai sebuah akhlak. Karena sesuatu yang dibuat-buat tidak pernah bias bertahan lama, sedangkan sesuatu yang tulus akan bertahan selama Allah masih ada dalam genggaman hatinya.
Minggu, 01 Januari 2012
Ada apa dengan cinta ?
Pada mu, kutitipkan secuil asa.....
Engkau berikan selaksa bahagia
Pada mu, ku harapka setetes embun cinta...
Engkau limpahkan samudra cinta
Langganan:
Postingan (Atom)