Dari mana datang nya cinta?
Dari mata turun ke hati
Itu kata pepatah. Namun, pepatah itu ternyata buka isapan jempol semata. Cinta memang bermula dari mata, lalu turun ke hati. Artinya, cinta bermula dari melihat, lalu hati kita pun bergetar karena tertarik dengan melihatnya. Karena itulah, pepatah lain bilang bahwa cinta jatuh pada pandangan pertama.
Apa yang dipandang orang yang kemudian membuatnya jatuh cinta? Jawabnya tentu saja relative. Setiap orang punya selera yang berbeda. Cantik bagi sebagian orang, mungkin tidak bagi sebagian yang lain. Ganteng bagi sebagian orang, mungkin, mungkin tidak bagi sebagian lain. Menarik bagi sebagian orang, mungkin tidak bagi sebagian yang lain. Namun, criteria “menarik bagi orang secara personal” agak nya menjadi jawaban yang tepat untuk pertanyaan mengapa orang bias jatuh cinta pada lawan jenisnya.
Criteria umum yang membuat orang jatuh cinta secara fisik adalah wajah yang menarik. Itulah kenapa seorang perempuan yang berwajah cantik sering menjadi fitrah, alias banyak yang suka mengharapkan. Begitupun lelaki yang berwajah ganteng. Selain wajah yang menarik, bahasa tubuh juga menjadi sesuatu yang bias dipandang dari fisik dan membuat orang jatuh cinta. Keramahan, senyum, kesopanan, perhatian pada sesame, kerapian, ketaatan ibadahnya, dan sebagainya. Itu menjadi contoh beberapa hal yang membuat orang bias jatuh cinta. Apakah semua salah? Tidak. Tidak ada yang salah karena itu semua adalah akhlak Rasulullah saw. Yang selalu melekat pada dirinya. Karena ia merupakan akhlak, maka semua itu pun lahir spontan, tanpa pamrih apapun, kecuali pamrih kepada Allah SWT. Agar ia mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Lalu, salahkah jika semua karakter itu membuat orang menjadi jatuh cinta? Tidak juga. Itu menandakan bahwa orang yang jatuh cinta memiliki criteria yang mulia terhadap pilihan calon pasangannya kelak.
Namun ingat, jika tidak berhati-hati, bias-bisa ada yang salah dari karakter tersebut. Yaitu ketika karakter itu muncul dengan dibuat-buat, tidak spontan, atau ada pamrih untuk mendapatkan sesuatu dari orang lain.seseorang tiba-tiba menjadi sangat ramah dan suka menolong karena berpamrih mendapat simpati dari seseorang yang lain. Kasihan bukan? Kita menebar senyum kemana-mana dengan pamrih itu, lalu membuat orang yang mendapatkannya menjadi berbunga-bunga, GR, senang merasa ingin diperhatikan, dan segala rasa yang membuatnya merasa mendapat anugrah terindah, yang mungkin bias terbawa sampai ke mimpi.
Karenanya, bersikap alamilah dengan apa adanya kita. Orang sangat bias merasakan ketulusan karakter itu sebagai sebuah akhlak. Karena sesuatu yang dibuat-buat tidak pernah bias bertahan lama, sedangkan sesuatu yang tulus akan bertahan selama Allah masih ada dalam genggaman hatinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar