Kamis, 23 Agustus 2012

Jurnal Pendidikan


MENINGKATKAN MOTIVASSI BELAJAR SISWA  PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE INSIDE OUTSIDE CIRCLE DI KELAS V SD NEGERI 060876 MEDAN TIMUR TA. 2011/2012
Noera Sururi
NIM. 081211910008
Jurusan Pendidikan Pra Sekolah dan Sekolah Dasar (PPSD)
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Medan

ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh motivasi belajar siswa rendah,  metode pembelajaran masih bersifat satu arah, adanya asumsi siswa bahwa matematika merupakan pembelajaran yang sulit, siswa kurang tekun dalam belajar matematika, guru tidak menggunakan variasi dalam kegiatan pembelajaran sehingga pembelajaran matematika terasa sangat membosankan.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasias belajar peserta didik pada mata pelajaran Matematika di kelas V SD Negeri 060876 Medan Timur. Dan secara umum penelitian ini betujuan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Matematika, meningkatkan motivasi guru untuk menggunakan metode Inside Outside Circle  pada mata pelajaran Matematika, menciptakan suasana pembelajaran yang aktif dan menyenangkan pada pelajaran Matematika, meningkatkan rasa percaya diri peserta didik dalam mengungkapkan pendapat.

Kata Kunci : PTK, Motivasi, metode Inside Outside Circle  

PENDAHULUAN
1.      Masalah Penelitian
Dalam belajar matematika, siswa diharapkan memiliki nilai yang baik. Nilai yang baik adalah apabila siswa memiliki motivasi yang kuat sehingga hasil belajar siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang sudah ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil musyawarah guru mata pelajaran. KKM merupakan kriteria yang paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan dalam belajar.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti bahwa pembelajaran matematika di SD Negeri 060876 Medan Timur kurang diminati oleh siswa dan metode yang digunakan dalam mengajar masih tergolong tidak variatif dan lebih banyak menggunakan metode ceramah. Kondisi seperti ini akan mengakibatkan motivasi belajar siswa rendah. Dengan kondisi yang demikian menimbulkan asumsi pada diri siswa bahwa matematika itu adalah pelajaran yang sulit.
Salah satu cara yang dapat diharapkan meningkatkan motivasi belajar adalah dengan menggunakan metode Inside Outside Circle. Dengan menggunakan metode Inside Outside Circle menunjukkan suatu cara atau proses suatu ilmu pengetahuan. Metode Inside Outside Circle bertujuan untuk membantu proses belajar mengajar agar lebih menarik dan membantu proses belajar mengajar agar lebih mudah dicerna oleh siswa sehingga menumbuhkan keinginan siswa untuk belajar matematika. Metode Inside Outside Circle merupakan salah satu cara penyajian pelajaran, dengan memberikan kesempatan kepada siswa agar saling berbagi informasi pada saat yang bersamaan. Dengan metode Inside Outside Circle proses penerimaan siswa terhadap pelajaran akan lebih berkesan dan diharapkan siswa dengan mudah memahami materi pecahan dengan aktif, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Untuk mewujudkan hal itu salah satu caranya adalah dengan menggunakan metode Inside Outside Circle. Hal inilah yang mendorong penulis untuk mengambil judul Penelitian Tindakan Kelas ”Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika dengan Metode Inside Outside Circle di Kelas V SD Negeri 060876 Medan Timur ”.

2.      Kajian Teori
       Motivasi Belajar
Motivasi yaitu suatu usaha yang disadari untuk menggerakkan, mengarahkan, dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu.
Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Belajar adalah perubahan tingkah laku secara relative permanen dan secara potensial terjadi sebagai hasil dari praktik atau penguatan (reinforced practice) yang dilandasai tujuan untuk mencapai tujuan tertentu.
Motivasi belajar dapat timbul karena faktor intrinsik, berupa hasrat dan keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar, harapan akan cita-cita. Sedangkan faktor ekstrinsiknya adalah adanya penghargaan, lingkungan belajar yang kondusif, dan kegiatan belajar yang menarik. Tetapi harus diingat, kedua faktor tersebut disebabkan oleh rangsangan tertentu, sehingga seseorang berkeinginan untuk melakukan aktivitas belajar yang lebih giat dan semangat.
Motivasi pada dasarnya dapat membantu dalam memahami dan menjelaskan perilaku individu, termasuk perilaku individu yang sedang belajar. Ada beberapa peranan penting dari motivasi dalam belajar dan pembelajaran, antara lain dalam (a) menetukan hal-hal yang dapat dijadikan penguat belajar, (b) memperjelas tujuan belajar yang hendak dicapai, (c) menentukan ragam kendali terhadap rangsangan belajar, (d) menentukan ketekunan belajar.
Ada beberapa ciri siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi. Ini dapat dikenal melalui proses belajar mengajar di kelas. Tertarik kepada guru, artinya tidak membenci atau bersikap acuh takacuh, tertarik pada mata pelajaran yang diajarkan, mempunyai antusias yang tinggi serta mengendalikan perhatiannya terutama kepada guru, ingin selalu bergabung dalam kelompok kelas, ingin identitas dirinya diakui oleh orang lain. Tindakan, kebiasaan dan moralnya selalu dalam kontrol diri Selalu mengingat pelajaran dan mempelajarinya kembali.

Metode Inside Outside Circle
Untuk mengatasi berbagai persoalan dalam pelaksanaan pembelajaran, tentu diperlukan model-model mengajar yang dipandang mampu mengatasi kesulitan guru melaksanakan tugas mengajar dan juga kesulitan belajar siswa.
Unsur tanggung jawab perseorangan merupakan akibat langsung dari unsur yang pertama. Jika tugas dan pola penilaian dibuat menurut prosedur model pembelajaran kooperatif, setiap anggota akan merasa bertanggungjawab untuk melakukan yang terbaik. Kunci keberhasilan metode kooperatif adalah persiapan pengajar dalam penyusunan tugasnya.
Setiap kelompok harus diberi kesempatan untuk bertatap muka dan berdiskusi. Kegiatan interaksi ini akan memberi kesempatan kepada para pembelajar untuk membentuk sinergi yang menguntungkan semua anggota dengan prinsip bahwa asil pemikiran beberapa kepala akan lebih baik dan kaya daripada hasil pemikiran satu kepala.
Unsur komunikasi antar anggota menghendaki agar para pembelajar dibekali dengan berbagai ketrampilan berkomunikasi. Sebelum menugaskan pembelajar dalam kelompok, perlu diajarkan cara-cara berkomunikasi. Keberhasilan suatu kelompok juga bergantung pada kesediaan para anggotanya untuk saling mendengarkan dan kemampuan mereka untuk mengutarakan pendapatnya.
Untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerjasama mereka pengajar perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif. Evaluasi tidak harus setiap kali ada kerja kelompok, namun bisa selang beberapa waktu setelah beberapa kali pembelajar terlibat dalam kegiatan pembelajaran kooperatif.
Model pembelajaran kooperatif  Inside-Outside-Circle yang telah diterapkan dalam pengabdian ini, dalam bahasa Jerman dikenal dengan istilah Kugellager. Model ini pertama kali  dikembangkan di Inggris  oleh Kagan.
Tahap-tahap penerapan metode Inside Outside Circle dapat diuraikan seperti berikut :
1.    Separuh kelas (atau seperempat jika jumlah siswa terlalu banyak) berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap ke luar.
2.    Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran diluar lingkaran pertama menghadap  ke dalam.
3.     Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Pertukaran informasi bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan.
4.     Kemudian siswa yang di lingkaran kecil diam di tempat, sementara siswa yang di lingkaran besar bergeser, satu atau dua langkah searah jarum jam.
5.     Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagi informasi demikian seterusnya.

METODE PENELITIAN
1.      Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengarah kepada peningkatan kmotivasi belajar peserta didik melalui metode Inside Outside Circle pada pelajaran Matematika  kelas V SD Negeri No. 060876 Medan Timur.
2.      Subjek dan Objek Penelitian
Subjek Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 060876 Medan Timur yang berjumlah 40 siswa, dengan jumlah siswa laki-laki 22 orang dan jumlah siswa perempuan 18 orang. Sedangkan objek penelitiannya adalah metode Inside Outside Circle yang diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Matamatika Materi Pokok Operasi Penjumlahan dan  Pengurangan Pecahan Dengan Metode Inside Outside Circle di Kelas V SD
3.      Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini berlokasi di SD Negeri No. 060876 Jalan Gaharu Gg. Sekolah Kecamatan Medan Timur.  . Pelaksanaannya dilakukan pada semester II Tahun Ajaran 2011/2012. Dan waktu penelitian adalah pada semester genap selama dua bulan dimulai dari bulan April hingga Mei 2012.
4.      Operasi Variabel Penelitian
Adapun defenisi variabel dalam penelitian ini sebagai berikut :
        1.          Model cooperative learning tipe Inside-Outside-Circle melatih siswa lebih tanggap menerima pesan dari orang lain, dan menyampaikan pesan  kepada temannya dalam  kelompok.
        2.          Motivasi belajar  suatu keadaan atau kondisi yang mendorong, merangsang atau menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu atau kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuannya.
5.      Prosedur Penelitian
Penelitian ini direncanakan selama dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Pelaksanaan tindakan kelas ini meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil refleksi siklus I digunakan sebagai acuan dalam menentukan perbaikan pada siklus II. Sedangkan hasil refleksi siklus II akan digunakan sebagai acuan untuk rencana tindak lanjut pembelajaran selanjutnya. Desain penelitian yang dilaksanakan adalah desain PTK Kemmis dan Mc. Taggart (dalam Dewi 2010:122)







 















Gambar 3
Desain Penelitian Tindakan Kelas Menurut Kemmis dan Mc. Taggart
Siklus I
1.         Perencanaan
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini yaitu :
    1. Menyusun angket motivasi belajar siswa
    2. Melakukan observasi awal untuk menemukan model dan format penerapan tindakan pada siklus 1 yang masing-masing siklus terdiri dari 2 kali pertemuan
    3. Menyussun rencana pembelajaran untuk setiap pertemuan dan membuat scenario pembelajaran dengan penerapan metode Inside Outside Circle.
    4. Menyusun lembar observasi
    5. Menyiapkan media pembelajaran




2.         Pelaksanaan
            Peneliti melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan tipe/ model pembelajaran Inside Outside Circle sesuai dengan skenario yang sudah disusun pada tahap perencanaan sebagai berikut :
a.       Menyusun skenario pembelajaran yang meliputi :
b.      Kegiatan awal
-          Salam pembuka
-          Mengkondisikan kelas
-          Apersepsi
c.       Kegiatan inti.
-   Guru akan menjelaskan materi pelajaran yang akan dipelajari.
-   Guru membagi kelas menjadi 2 kelompok besar. Tiap-tiap kelompok besar terdiri dari 2 kelompok lingkaran dalam dengan jumlah anggota 20 dan kelompok lingkaran luar terdiri dari 20 orang. Masing-masing kelompok besar yaitu anggota kelompok lingkaran dalam berdiri melingkar menghadap keluar dan anggota kelompok lingkaran luar berdiri menghadap ke dalam.
-   Guru memberikan tugas pada tiap-tiap pasangan yang berhadap-hadapan itu.
-   Tiap-tiap pasangan diberikan waktu secukupnya untuk berdiskusi, anggota kelompok lingkaran dalam bergerak berlawanan arah dengan anggota kelompok lingkaran luar. Setiap pergerakan itu akan terbentuk pasangan-pasangan ini wajib memberikan informasi berdasarkan hasil diskusi dengan pasangan asal, demikian seterusnya. Pergerakan baru diberhentikan jika anggota kelompok lingkaran dalam dan luar sebagai pasangan asal bertemu kembali.
-   Kemudian tiap-tiap kelompok memaparkan hasil diskusi di tiap-tiap kelompok besar tersebut sehingga terjadilah diskusi antar kelompok besar.
-   Guru memberi ulasan dan mengevaluasi hal-hal yang telah didiskusikan.
d.      Kegiatan akhir
-          Menyimpulkan materi pelajaran.
-          Memberikan pekerjaan rumah.
-          Salam penutup.

3.         Pengamatan
Observasi yang dilaksanakan meliputi implementasi dalam monitoring pada proses pembelajaran di kelas secara langsung yang meliputi aktifitas guru dan anak didik dalam pembelajaran yang bertujuan untuk mengetahui kesesuaian tindakan dengan rencana yang telah disusun dan mengetahui sejauh mana pelaksanaan tindakan dapat menghasilkan perubahan  sesuai dengan yang diharapkan.

4.         Refleksi
            Kegiatan ini dilaksanakan untuk mempertimbangkan pembelajaran yang dilakukan serta melihat kesesuaian yang dicapai dengan yang diinginkan dalam pembelajaran yang pada akhirnya ditemukan kekurangan untuk diperbaiki pada siklus kedua.
 Siklus II
            Jika siklus pertama dijalankan dan belum menunjukkan hasil, maka dilaksanakan siklus kedua dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :
1.      Perencanaan
Prosedur ini sama dengan siklus I, tahap pembelajran ini dilakukan untuk memperbaiki kekurangan yang ditemukan pada siklus I. Dimana penelitian memfokuskan kesulitan yang dialami siswa. Adapun kegiatan yang dilakukan pada tahap ini yaitu :
a.              Menyusun angket motivasi belajar siswa
b.             Melakukan observasi awal untuk menemukan model dan format penerapan tindakan pada siklus II yang masing-masing siklus terdiri dari 2 kali pertemuan
c.              Menyussun rencana pembelajaran untuk setiap pertemuan dan membuat scenario pembelajaran dengan penerapan metode Inside Outside Circle.
d.             Menyusun lembar observasi
e.              Menyiapkan media pembelajaran

2.      Pelaksanaan tindakan
            Pada tahap ini, kegiatan yang dilaksanaan adalah melaksanakan skenario kegiatan yang telah direncanakan sesuai dengan  refleksi dan analisis data siklus I.
a.       Menyusun skenario pembelajaran yang meliputi :
b.      Kegiatan awal
-          Salam pembuka
-          Mengkondisikan kelas
-          Apersepsi
c.       Kegiatan inti.
-   Guru akan menjelaskan materi pelajaran yang akan dipelajari.
-   Guru membagi kelas menjadi 2 kelompok besar. Tiap-tiap kelompok besar terdiri dari 2 kelompok lingkaran dalam dengan jumlah anggota 20 dan kelompok lingkaran luar terdiri dari 20 orang. Masing-masing kelompok besar yaitu anggota kelompok lingkaran dalam berdiri melingkar menghadap keluar dan anggota kelompok lingkaran luar berdiri menghadap ke dalam.
-   Guru memberikan tugas pada tiap-tiap pasangan yang berhadap-hadapan itu.
-   Tiap-tiap pasangan diberikan waktu secukupnya untuk berdiskusi, anggota kelompok lingkaran dalam bergerak berlawanan arah dengan anggota kelompok lingkaran luar. Setiap pergerakan itu akan terbentuk pasangan-pasangan ini wajib memberikan informasi berdasarkan hasil diskusi dengan pasangan asal, demikian seterusnya. Pergerakan baru diberhentikan jika anggota kelompok lingkaran dalam dan luar sebagai pasangan asal bertemu kembali.
-   Kemudian tiap-tiap kelompok memaparkan hasil diskusi di tiap-tiap kelompok besar tersebut sehingga terjadilah diskusi antar kelompok besar.
-   Guru memberi ulasan dan mengevaluasi hal-hal yang telah didiskusikan.
d.      Kegiatan akhir
-          Menyimpulkan materi pelajaran.
-          Memberikan pekerjaan rumah.
-          Salam penutup.

3.      Pengamatan
            Seperti pada siklus I, observasi dilakukan untuk melihat parubahan-perubahan yang terjadi pada siswa yang belajar. Dan pada siklus II ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan tindakan terhadap perubahan tingkat pemahaman siswa dengan kondissi yang diberikan. Pada tahap ini yang mengobservasi adalah guru kelas V sebagai pengamat dan yang diobservasi adalah seluruh siswa kelas V pada saat proses pembelajaran.
4.      Refleksi
Refleksi pada siklus II, digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Apakah kegiatan yang dilakukan sudah berhasil atau belum berhasil. Apabila pada siklus II masih banyak siswa yang belum meningkat hasil belajarnya, maka akan dilanjutkan pada siklus III. Namun jika telah memenuhi indikator keberhasilan, maka tidak perlu dilakukan kesiklus berikutnya.
6.      Teknik Pengumpulan Data
Sesuai dengan pelaksanaan penelitian, yang digunakan untuk mengumpulkan data terdiri dari pengamatan (observasi) dan angket.
  1. Pengamatan (Observasi)
Dalam hal ini penulis menggunakan lembar observasi yang mengacu pada indikator peningkatan motivasi belajar peserta didik yang dilaksanakan pada kondisi awal, siklus I, dan siklus II. Di mana observasi dilakukan oleh guru/peneliti terhadap objek penelitian (peserta didik) dan terhadap cara guru mengajar.
            Adapun kriteria untuk penilaian observasi menurut Riduwan (2010:13) adalah :
Keterangan Nilai :  Nilai 4 = A                       Kriteria Penilaian : A = Sangat Baik
                                Nilai 3 = B                                                       B = Baik
                                Nilai 2 = C                                                       C = Cukup
                                Nilai 1 = D                                                      D = Kurang
  1. Angket
Dalam hal ini penulis menggunakan angket yang mengacu pada indikator peningkatan motivasi belajar peserta didik. Angket diisi oleh objek penelitian (peserta didik) pada siklus I pertemuan 2 dan siklus II pertemuan IV.
Untuk pernyataan angket berbentuk positif, pemberian skor dengan menggunakan kriteria menurut Riduwan (2010:13) sebagai berikut :
SS (Sangat Sering) diberi skor 5
S (Sering) diberi skor 4
JR (Jarang) diberi skor 3
JS (Jarang Sekali) diberi skor 2
HTP (Hampir Tidak Pernah) diberi skor 1
7.      Teknik Analisis Data
Cara menghitung persentase kreativitas belajar peserta didik berdasarkan lembar observasi dan angket adalah sebagai berikut :
Hasil skor yang diperoleh pada tiap-tiap aspek dipersentasekan dan dikualifikasi untuk membuat kesimpulan mengenai tingkatan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran.
Tabel 3.1 Kriteria Penilaian

Ketuntasan
Kriteria
80% - 100%
60% - 79 %
40% - 59%
20% - 39%
0% - 19%
Sangat baik
Baik
Cukup
Kurang
Sangat kurang
Sumber : Riduwan (2010:15)
           
Menurut Sudijono (2009:43) untuk mengukur variabel motivasi belajar peserta didik secara klasikan dapat dirumuskan :
Keterangan :
f  = Frekuensi yang sedang dicari
N = Number of Class (Jumlah frekuensi/banyaknya individu)
p = Angka persentase
            Persentase yang ingin dicapai pada tingkat motivasi belajar siswa adalah 60% - 79 %.
1.      Jadwal Penelitian
Penelitian dilaksanakan di SD Negeri No. 060876 Medan Timur yang berada di Jln.Gaharu Gg. Sekolah Kec. Medan Timur, selama dua bulan mulai dari observasi sebelum siklus, pelaksanaan tindakan, analisis data hingga penulisan hasil penelitian. Secara ringkas jadwal penelitian dapat dilihat pada tabel berikut.
JADWAL PENELITIAN

No.

Kegiatan
Minggu/Bulan/Tahun 2012
April
Mei
Juni
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1.
Meminta izin mengadakan penelitian kepada kepala sekolah











2.
Observasi awal











3.
Pertemuan 1 siklus I











4.
Pertemuan 2 siklus I











5.
Evaluasi siklus I











6.
Pertemuan 3 siklus II











7.
Pertemuan 4 siklus II











8.
Evaluasi siklus II











9.
Meminta izin pada kepala sekolah bahwa penelitian telah selesai











10.
Analisis data







11.
Penulisan laporan hasil penelitian










HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
            Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I dan siklus II yang telah dilakukan oleh peneliti, maka terjadi perubahan selama penelitian yang dapat dilihat pada tabel berikut :










Tabel 4.8  Hasil Keseluruhan Persentase Motivasi Belajar Siswa Berdasarkan Lembar Angket
Dari data hasil lembar angket di atas dapat dilihat bahwa motivasi belajar dari tiap siswa mengalami peningkatan yang cukup baik. Persentase motivasi belajar siswa secara klasikal dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.9 Rekapitulasi Hasil Penelitian
No.
Aspek
Jumlah Siswa
Rata-Rata
Kriteria
1.
Kondisi Awal
6
15
Sangat Kurang
2.
Siklus I
21
52,5
Cukup
3.
Siklus II
33
82,5
Sangat Baik
Dengan menerapkan metode Inside Outside Circle dapat dinyatakan bahwa motivasi belajar siswa meningkat dalam pelajaran Matematika materi operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan metode Inside Outside Circle. Untuk lebih jelasnya, penjelasan di atas dapat dilihat pada gambar grafik tentang rata-rata kelas saat kondisi awal, siklus I, dan siklus II.
Grafik
Rata-Rata Kelas pada Kondisi Awal, Siklus I, dan Siklus II
KESIMPULAN DAN SARAN
1.    Kesimpulan
            Berdasarkan hasil temuan dan data penelitian yang dilakukan terhadap peningkatan motivasi belajar siswa pada pokok bahasan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan menggunakan metode Inside Outside Circle di SD Negeri 060876 Medan Timur, maka peneliti membuat kesimpulan sebagai berikut :
1.        Pembelajaran dengan menggunakan metode Inside Outside Circle dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran Matematika materi pokok operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan (hipotesis diterima).
2.        Metode Inside Outside Circle merupakan pendekatan yang mengorientasikan pada aktivitas siswa pada kadar yang tinggi dalam pembelajaran. Pembelajaran siswa menjadi lebih aktif dan kreatif, karena pendekatan ini melibatkan siswa dalam pembelajaran. Siswa sangat berperan dalam kegiatan belajar mengajar guru hanya menjadi motivator dan fasilisator.
3.        Dengan Metode Inside Outside Circle dalam pembelajaran Matematika dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat adanya peningkatan pada 6 indikator motivasi belajar, yaitu : 1) tekun menghadapi tugas, 2) ulet menghadapi kesulitan, 3) menunjukkan minat yang tinggi terhadap bermacam-macam masalah, 4) bekerja mandiri, 5) dapat mempertahankan pendapatnya, 6) bekerja sama dalam mencari dan memecahkan masalah.
4.        Dengan metode Inside Outside Circle pada pembelajaran Matematika dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang dilakukan guru dan peningkatan kualitas hasil belajar siswa.
5.        Rata-rata kelas motivasi belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan metode Inside Outside Circle lebih baik daripada sebelumnya. Hal tersebut terlihat dari kondisi awal hanya 6 orang siswa yang memiliki kreativitas belajar baik atau sekitar 15% (sangat kurang), siklus I ada 21 orang yang memiliki kreativitas belajar baik atau sekitar 52,5% (cukup), siklus II sudah mengalami peningkatan yaitu sudah  33 orang siswa yang memiliki kreativitas belajar yang baik yaitu 82,5% (sangat baik).
2.        Saran
            Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas, dapat dikemukakan beberapa saran, yaitu :
1.        Kepala sekolah memberikan pelatihan, menerangkan program-program pelatihan untuk peningkatan keterampilan guru dalam penerapan cooperative learning untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
2.        Hendaknya diawal pembelajaran guru selalu memberikan motivasi dengan cara pemberian pujian agar siswa lebih percaya diri dan semangat dalam mengikuti pelajaran dikelas.
3.        Hendaknya guru menggunakan metode Inside Outside Circle dalam pembelajaran dengan menyesesuaikan dengan materi yang diajarkan.
4.        Orangtua mendukung siswa untuk kegiatan belajar mengajar dangan cara menyediakan sarana dan prasarana kegiatan belajar mengajar.
5.        Bagi peneliti sendiri, sekiranya hasil penelitian tindakan kelas ini dapat dijadikan suatu keterampilan serta pengetahuan untuk menambah wawasan dalam mendidik siswa SD.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar